Langsung ke konten utama
Indotek Digital Nusantara

AI & Dampaknya

e-Conomy SEA 2026: Gambaran Pemanfaatan AI di Indonesia

Laporan e-Conomy SEA 2026 dari Google, Temasek, dan Bain & Company menyebut 243 juta orang di Asia Tenggara memakai AI generatif, tetapi jauh kurang intensif dibanding AS, dan di Indonesia sebagian besar oleh konsumen. Isi laporan tentang Indonesia, hal yang tidak dimuat, dan pelajarannya.

Office towers of the Sudirman Central Business District in Jakarta lit up at night
The Sudirman Central Business District (SCBD) in Jakarta at night. The e-Conomy SEA 2026 report finds that most AI use in Indonesia still comes from consumers rather than organisations. Foto: Muhammad Rasyid Prabowo, CC BY-SA 2.0 (membuka tab baru)

Apa kata laporan e-Conomy SEA 2026 tentang pemanfaatan AI di Indonesia, dan apa artinya bagi perusahaan? Edisi ke-11 kajian tahunan Google, Temasek, dan Bain & Company yang berjudul Building the Intelligent Economy dan dirilis pada 21 Oktober 2026 menemukan bahwa AI generatif menyebar di Asia Tenggara lebih cepat daripada internet seluler, tetapi sebagian besar orang menggunakannya secara ringan dan sebagian besar penggunaan masih berasal dari konsumen, bukan organisasi. Untuk Indonesia, pemberitaan lokal atas laporan ini menyebut penggunaan oleh konsumen mencapai sekitar 80% aktivitas AI nasional. Kesenjangan antara penggunaan pribadi dan penggunaan di dalam perusahaan itulah temuan paling praktis bagi perusahaan Indonesia yang sedang merencanakan pekerjaan AI-nya.

Angka-angka utama

Menurut siaran pers laporan ini, ekonomi digital Asia Tenggara diproyeksikan mencapai GMV US$368 miliar pada 2026, tumbuh 17% dibandingkan tahun sebelumnya, dan melampaui US$1 triliun pada 2035. Bisnis.com, dalam pemberitaan tanggal 27 Oktober, menyebut angka 2035 sebesar US$1,13 triliun dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk 13%. E-commerce tetap menjadi sektor terbesar dengan nilai US$226 miliar, naik 18%. Layanan keuangan digital ditaksir mencapai nilai transaksi bruto US$1.650 miliar, naik 16%, dengan saldo pinjaman digital naik 22% menjadi US$116 miliar.

Mengenai AI, laporan ini menyebut 243 juta orang, atau 58% populasi pekerja, telah mengadopsi AI generatif dalam waktu kurang dari tiga tahun, sekitar empat kali lebih cepat daripada penyebaran internet seluler. Edisi ini merupakan yang pertama mengukur penggunaan AI dalam satuan token, yaitu satuan teks yang diproses model AI, yang oleh penyusunnya diperlakukan sebagai padanan GMV untuk AI. Dengan ukuran itu, penggunaan per orang hanya sekitar 10% tingkat Amerika Serikat, dan hanya sekitar 1 sampai 2% penduduk di enam pasar terbesar yang membayar untuk AI generatif, dibandingkan 3% rumah tangga di Amerika Serikat. Florian Hoppe, partner di Bain & Company, menyatakan bahwa cerita AI di kawasan ini bergeser dari berapa banyak orang yang menggunakannya menjadi seberapa dalam mereka menggunakannya.

Isi laporan tentang Indonesia

Siaran pers regional dan ringkasan Google hanya memuat sedikit angka khusus Indonesia, dan kami tidak menemukan nilai ekonomi digital Indonesia untuk 2026 dalam bahan yang kami baca. Ringkasan Bain menyebut Indonesia dan Filipina memiliki ruang terbesar untuk pertumbuhan jumlah pengguna AI. Bisnis.com memberitakan sejumlah temuan laporan tentang Indonesia:

  • Sekitar 54% populasi pekerja di Indonesia kini menggunakan AI generatif, sedikit di bawah angka kawasan sebesar 58%.
  • Konsumen menyumbang sekitar 80% pemanfaatan token AI di Indonesia, dibandingkan sekitar 60% di tingkat kawasan.
  • Pengguna Indonesia menonjol dalam pemanfaatan kreatif: 32% permintaan mereka di Gemini milik Google digunakan untuk menghasilkan gambar, porsi tertinggi di Asia Tenggara, dengan sekitar 9 juta gambar per hari.
  • Indonesia memiliki 17 bank digital yang beroperasi sejak 2021, kelompok terbesar di kawasan, dan beberapa di antaranya, termasuk SeaBank dan Bank Jago, telah mencetak laba.
  • Rencana infrastruktur AI di Batam mencakup pusat data AI berkepadatan tinggi senilai US$5 miliar yang diumumkan Equator Gate System, serta kampus AI berkapasitas 360MW untuk sekitar 170.000 GPU yang diumumkan Firmus, perusahaan yang didukung NVIDIA.

Youngster.id, dalam pemberitaannya atas rilis laporan, menyebut laporan ini menggambarkan pemanfaatan AI di sektor keuangan Indonesia berfokus pada penilaian kredit (credit scoring) untuk menjangkau masyarakat yang belum memiliki rekening bank serta deteksi penipuan daring secara real-time.

Posisi organisasi dalam gambaran ini

Laporan ini mendefinisikan beban kerja perusahaan sebagai penggunaan AI yang dibeli, diterapkan, atau dikelola oleh organisasi. Disebutkan bahwa beban kerja ini paling kuat di pasar yang lebih matang, yaitu 45 sampai 60% penggunaan di Singapura dan Malaysia, dan penggunaan oleh perusahaan masih memiliki ruang besar untuk tumbuh di seluruh kawasan. Jika dibandingkan dengan angka Bisnis.com tentang sekitar 80% penggunaan oleh konsumen di Indonesia, porsi aktivitas AI Indonesia yang berlangsung di dalam sistem perusahaan yang terkelola tampaknya lebih kecil, meskipun angka-angka tersebut berasal dari bagian laporan yang berbeda dan mungkin tidak diukur dengan cara yang persis sama.

Investasi bergerak cepat ke arah AI. Perusahaan dengan produk inti berbasis AI meraih 80% nilai transaksi pendanaan swasta untuk aplikasi digital dalam enam bulan terakhir, naik dari 30% pada paruh kedua 2024. Komputasi AI dan infrastruktur digital menarik modal swasta US$20 miliar dalam 12 bulan terakhir, dipimpin akuisisi ST Telemedia Global Data Centres senilai US$11 miliar. Laporan ini menyebut kapasitas pusat data di kawasan perlu tumbuh sekitar tiga kali lipat dalam lima tahun untuk memenuhi permintaan.

Syarat di balik proyeksi

Laporan ini memproyeksikan penggunaan AI di kawasan dapat tumbuh hingga 60 kali lipat pada 2030, tetapi mengaitkannya dengan empat syarat: penggunaan alur kerja agentik bertahap yang lebih luas, yaitu AI yang menjalankan serangkaian tugas alih-alih menjawab satu pertanyaan; infrastruktur AI yang lebih besar; model dan penggunaan energi yang lebih efisien; serta biaya inferensi yang turun disertai imbal hasil investasi yang dapat dibuktikan. Tech Wire Asia mencatat bahwa ukuran token ini baru, sehingga belum ada pembanding dari tahun sebelumnya, dan bahwa Google, salah satu penyusunnya, menjual model AI dan kapasitas cloud. Angka-angka ini merupakan proyeksi, bukan hasil yang sudah terukur.

Temuan survei tentang kepercayaan juga bersyarat. Menurut ringkasan Google, 72% pengguna sudah mengandalkan otomasi sehari-hari seperti peringatan harga, 75% bersedia membiarkan agen AI mencarikan harga terbaik dan menyelesaikan pembelian untuk mereka, dan 62% lebih memercayai AI dibandingkan setahun sebelumnya. Namun, responden menyebut sejumlah syarat: pelindungan privasi (44%), kejelasan tentang apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan AI (36%), dan kemampuan membatalkan tindakan agen (30%).

Pelajaran bagi perusahaan

Bagian ini adalah analisis kami. Jika sebagian besar penggunaan AI di Indonesia berlangsung melalui akun pribadi, karyawan sebenarnya sudah memakai AI untuk pekerjaan dengan cara yang mungkin tidak terlihat atau tidak diatur perusahaan. Langkah yang ditunjuk laporan ini, dari penggunaan santai ke alur kerja yang terkelola, pada dasarnya adalah pekerjaan desain dan data, bukan soal membeli model.

  • Ketahui di mana karyawan sudah memakai perangkat AI untuk pekerjaan, data perusahaan apa yang dimasukkan ke dalamnya, dan tugas mana yang layak dipindahkan ke perangkat terkelola dengan kontrol akses dan catatan aktivitas.
  • Pilih satu atau dua proses bertahap, misalnya penanganan dokumen nasabah atau menjawab pertanyaan internal berdasarkan kebijakan perusahaan, lalu ukur hasilnya terhadap set uji yang disepakati sebelum penggunaannya diperluas.
  • Jika pelanggan akan berinteraksi dengan agen AI, terapkan syarat yang disebut survei: batas yang jelas atas apa yang dapat dilakukan agen, pelindungan privasi, catatan tindakannya, dan cara untuk membatalkannya.
  • Pantau biaya per tugas sejak awal, karena laporan ini mengaitkan pertumbuhan ke depan dengan biaya inferensi yang turun dan imbal hasil yang dapat dibuktikan.

Apa yang perlu dicermati selanjutnya

Cermati penandatanganan Perjanjian Kerangka Ekonomi Digital ASEAN (DEFA), yang menurut laporan ini diperkirakan berlangsung pada November 2026 dan termasuk syarat pertumbuhan kawasan. Cermati apakah proyek pusat data di Batam berjalan sesuai skala yang diumumkan, karena kapasitas lokal memengaruhi di mana perusahaan Indonesia dapat menjalankan beban kerja AI. Cermati pula edisi tahun depan untuk melihat porsi penggunaan AI oleh perusahaan di Indonesia: menurut pandangan kami, angka itulah, lebih dari jumlah pengguna, yang akan menunjukkan apakah AI benar-benar mengubah cara kerja organisasi di Indonesia.

Sumber

  1. e-Conomy SEA 2026 press release · Bain & Company(membuka tab baru)
  2. e-Conomy SEA 2026 · Bain & Company(membuka tab baru)
  3. Southeast Asia's digital economy to hit $368 billion · Google(membuka tab baru)
  4. Ekonomi Digital ASEAN Diproyeksi Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global · Bisnis.com(membuka tab baru)
  5. Ekonomi Digital Asia Tenggara Tembus US$368 Miliar pada 2026, Indonesia Jadi Motor Utama Berbasis AI · youngster.id(membuka tab baru)
  6. e-Conomy SEA 2026: Southeast Asia AI adoption reaches 243 million users, but usage lags far behind the US · Tech Wire Asia(membuka tab baru)

Ulasan ini disusun oleh meja redaksi Indotek dengan bantuan AI, dari sumber publik yang tercantum di atas. Ini adalah informasi umum, bukan nasihat hukum atau profesional.

AI & AI Agentik

Bagaimana Indotek dapat membantu

Kesenjangan dalam laporan ini adalah antara orang yang memakai AI secara pribadi dan organisasi yang menjalankannya di dalam sistem yang terkelola. Menutup kesenjangan itu untuk tugas-tugas tertentu adalah jenis pekerjaan yang dilakukan Indotek.

  • Mulai dari keputusan, bukan dari model: kami mendefinisikan tugasnya terlebih dahulu, misalnya menjawab pertanyaan karyawan berdasarkan kebijakan yang disetujui atau memeriksa dokumen nasabah, lalu memilih teknik paling sederhana yang menjalankannya dengan andal.
  • Pencarian cerdas dan asisten AI: kami membangun pencarian atas pengetahuan Anda sendiri yang menjawab beserta sumbernya dan menghormati kontrol akses yang ada, tertanam di perangkat yang sudah dipakai tim.
  • Agen AI dengan manusia tetap memegang kendali: kami merancang agen yang bertindak di dalam izin yang eksplisit, mencatat apa yang dilakukannya, dan menyerahkan kepada manusia ketika keyakinannya rendah atau taruhannya tinggi.
  • Evaluasi sebelum diperluas: setiap fitur AI yang kami rilis dilengkapi set evaluasi, sehingga kualitas diukur sebelum penggunaannya diperluas.

Mari membangun masa depan

Baik Anda sedang memodernisasi sistem lama, membangun produk bertenaga AI, atau menjajaki bisnis digital baru, mari ciptakan teknologi yang memberi nilai jangka panjang.